Minna-san pernah menonton film-film
romance asal Jepang atau anime? Jika iya, pasti sudah tidak asing lagi
dengan apa yang sering dilakukan oleh para pameran laki-laki kepada
pacarnya dalam film atau anime tersebut. Ada saja kelakukan romantis
yang dilakukan mereka untuk membuat kita semua sebagai penontonnya
meleleh. Tetapi yang membuat terkejut, hal itu bukan sekadar rekaan lho,
Minna-san! Di dunia nyata, laki-laki di Jepang memang sangat suka
melakukan hal itu terhadap pasangannya. Kebiasaan laki-laki Jepang
itulah yang konon menjadi alasan para gadis di Indonesia sangat
menginginkan dipersunting oleh laki-laki asal Negeri Bunga Sakura.
Karena mereka romantis bukan main!
Tidak hanya etos kerja yang tinggi dan
perhatian terhadap pasangannya, kebiasaan laki-laki Jepang satu ini
kerap mengundang banyak perhatian kaum hawa dari negara lain. Pasalnya,
ukan dari Indonesia saja yang melirik. Tetapi dari Amerika, India, dan
bahkan Eropa, banyak yang mengelu-elukan hal ini. Mereka berlomba-lomba
memenuhi obsesinya untuk dipersunting laki-laki Jepang karena
keromantisan mereka! Dan berikut, Akiba Nation sajikan untuk Akiba-chan
serta Akiba-kei sekalian di rumah tentang 4 kebiasaan laki-laki Jepang
yang sangat romantis! Apa saja kira-kira? Yuk, disimak baik-baik.
1. Tukang Peluk dari Belakang

Ya, tukang peluk dari belakang adalah
kebiasaan laki-laki Jepang. Mereka sering sekali memeluk pinggang
pasangan mereka begitu erat ketika sedang memasak, mencuci piring,
memotong buah, atau melakukan pekerjaan sambil berdiri. Karena pekerjaan
tersebut tidak membuat si gadis terlalu banyak bergerak, maka
memudahkan untuk pria asal Negeri Matahari Terbit untuk mendekapnya.
Biasanya, mereka akan melakukan ini ketika sepulang bekerja dan menemui
pasangannya di rumah sedang melakukan pekerjaan di dapur. Tanpa suara,
laki-laki Jepang akan memeluk dengan begitu mesra dari belakang sampai
pasangannya terkejut dan secara tak sadar memukul kepalanya. Dengan
senjata centong atau benda apalah yang sedang dipegang, pokoknya
dipukulkan.
Selain itu, mereka sering mencium pipi
pasangan mereka ketika melakukan hal satu ini. Bisa juga dengan
menggulungkan lengan baju panjang perempuannya ketika tengah memasak
atau mencuci piring. Takut kotor serta basah kena cipratan minyak atau
air keran! Dan satu hal yang paling romantis di sini adalah, laki-laki
Jepang akan mendekatkan bibirnya ke telinga pasangan mereka sambil
berbisik lirih, “Aishiteru yo (Aku cinta padamu)”, “Kimi ga suki desu
(Aku suka kamu)”, dan kata ungkapan cinta sejenisnya. Duh, romantis
banget, kan?
2. Suka Mendongakkan Kepala Pasangan

Saat si gadis merajuk dan tidak mau
menatap wajah pasangannya, biasanya para pria Jepang mempunyai trik
sendiri untuk mengatasi hal ini. Bagaimana caranya? Yaitu dengan
mendongakkan kepala pasangan! Tindakan tersebut merupakan salah satu
kebiasaan laki-laki Jepang untuk meredam amarah pasangannya. Untuk
melakukan hal ini, mereka biasanya menunggu sampai gadis mereka
benar-benar ngambek dan tidak mau melihat wajah mereka.
Ketika hal tersebut terjadi, pasangan
mereka akan menghindari segala kontak mata ketika berinteraksi
dengannya. Pada saat itulah kesempatan emasnya! Laki-laki Jepang akan
mengangkat dagu sang pasangan dengan jari, membuat gadis itu menatap
balik. Bisa juga dengan menggengam pipi dengan satu tangan. Melihat
wajah jantan, tatapan mata tajam, dan rahang tegas si cowok secara dekat
membuat hati cewek melumer seketika. Seakan menghipnotis untuk tidak
merajuk lagi.
3. Sering Menyudutkan Ke Dinding

Kebiasaan laki-laki Jepang yang sering
dilakukan adalah menyudutkan perempuan ke dinding. Masih sama dengan
situasi sebelumnya, pasangan merajuk dan menghindari interaksi dengan si
cowok. Meski tidak mengelak dari tatapan mata, tetapi mereka akan
bergegas pergi ketika didekati oleh pasangan mereka. Seolah tidak mau
bertemu lagi. Maka pemuda di sana kebanyakan akan melakukan hal ini,
menyudutkan gadisnya ke dinding.
Ketika pasangan mereka menghindar ketika
ditemui, mereka akan mengejarnya dan menghentikan langkahnya dengan
memposisikan lengan ke dinding. Kebiasaan satu ini berjalan seperti
perangkap burung, yaitu membuat pergerakan pasangan terhenti dan tidak
bisa ke mana-mana. Maka meski ogah-ogahan melihat si cowok, karena
terjebak maka si cewek mau tidak mau harus berinteraksi dengan mereka.
Dalam kasus yang paling romantis, laki-laki Jepang akan memagut bibir
wanitanya dengan sedikit memaksa. Sebauh ciuman yang menggairahkan.
4. Selalu Menyuruh Pegangan Ketika Naik Sepeda

Di Jepang, naik sepeda adalah kendaraan
sehari-hari. Orang-orang di sana jarang sekali terlihat menggunakan
motor sebagai alat transportasi. Begitu juga dengan mobil, hanya
masyarakat dari kampung daerah terpencilah yang menggunakannya. Biasanya
digunakan untuk keperluan keluar kota membeli bibit atau menjual hasil
pertanian. Sepeda adalah kendaraan ciri khas orang kota di Jepang selain
kereta cepat.
Nah, karena ke mana-mana mengendarai
sepeda, kebiasaan laki-laki Jepang adalah selalu menyuruh pasangan yang
diboncengnya pegangan erat. Hal tersebut bertujuan agar tidak terjadi
sesuatu yang tidak diinginkan, seperti jatuh dari sepeda. Gadis yang
dibonceng harus peluk erat pinggang pengemudi di depannya. Meski naik
sepeda berdua di Jepang sekarang sudah dilarang karena rentan kecelakaan
lalu lintas, muda-mudi di Negeri Bunga Sakura itu sering melanggar
peraturan satu ini. Ya, namanya juga darah muda. Darahnya para remaja.
Yang selalu merasa gagah. Tak pernah mau mengalah. *Ah, apa sih? Kok
malah nyanyi lagunya Rhoma Irama?* *Tidak, Rhoma!*
Nah, itulah 4 kebiasaan laki-laki Jepang yang sangat romantis! Betapa manisnya kelakuan mereka ya? 

Akiba-chan di rumah boleh jadi setelah
membaca thread ini ingin sekali memiliki seorang pacar asal Jepang.
Mungkin punya cowok orang Jepang memang menyenangkan, setiap hari diberi
hal-hal yang romantis. Tipikal laki-laki Jepang terbilang laki-laki
idaman semua wanita, sangat menarik untuk dijadikan pasangan. Tetapi
pikirkan baik-baik soal ini. Di balik kelebihan ada kekurangan. Dan
sudah menjadi kekurangan cowok-cowok Jepang bahwa mereka adalah seorang
yang pelit! Bagaimana tidak? Kalau kencan makan, maka kita sebagai
wanita disuruh membayar makanan sendiri-sendiri, alias tidak ditraktir.
Kebudayaan di sana memang begitu. Pelit bukan? 

EmoticonEmoticon